![]() |
| http://erwinfiki4.student.umm.ac.id/ |
A. Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli
Ada banyak pendapat mengenai definisi Manajemen. Berikut ini adalah pengertian Manajemen menurut para ahli:
Pengertian manajemen
menurut Mary Parker Follet, Manajemen berarti sebuah seni atau
kemampuan seseorang atau kelompok dalam mengelola, mengatur dan menyelesaikan
pekerjaan melalui orang lain atau pendelegasian tugas untuk mencapai tujuan
bersama dalam organisasi.
Dalam buku Bussiness
edisi ke 8 oleh Ricky W. Griffin menyebutkan bahwa, Manajemen adalah sebuah
proses planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), coordinating (pengkoordinasian), dan controlling (pengkontrolan) semua sumber
daya yang ada dan yang dimiliki dalam usaha mencapai tujuan bersama agar lebih
efektif serta efisien. Dengan perencanaan yang matang dan terukur proses
pencapaian tujuan akan sangat efektif. Begitu pula jika semua tugas dikerjakan
secara benar, terogranisasi dengan baik dan sesuai dengan jadwal waktu yang
telah direncanakan dan ditetapkan maka pekerjaan menjadi sangat efisien dalam
mencapai tujuan.
Menurut Drs.
Malayu S.P Hasibuan dalam bukunya Manajemen Dasar, Pengetian, Dan
Masalah halaman 3, mendefinisikan Manajemen adalah ilmu dan seni yang mengatur
proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif
dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Sedangkan menurut G.R.
Terry dalam bukunya “Principel
Management” mendefinisikan Manajemen
merupakan suatu proses yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan,
pengorganisasian, mengerakkan dan mengendalikan, yang dilakukan untuk
menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan
sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. (diambil dari buku Ibid karya Malayu S.P Hasibuan halaman
3)
Menurut Ordway
Tead yang disadur oleh Drs. He. Rosyidi dalam buku
“ORGANISASI DAN MANAGEMENT“ Manajemen adalah “Proses dan kegiatan pelaksanaan
usaha memimpin dan menunjukan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di
dalam mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan”.
Pengertian manajemen
menurut James A.F. Stoner adalah proses perencanaan, pengorganisasian
dan penggunaan terhadap sumberdaya organisasi lainnya supaya tujuan organisasi
dapat tercapai sesuai dengan yang ditetapkan.
Menurut Prof.
Oie Liang Lee, “Manajemen adalah ilmu dan seni mengkoordinasikan serta
mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan”.
Menurut The
Liang Gie, 1982, ”Manajemen adalah unsur yang merupakan rangkaian
perbuatan menggerakkan karyawan-karyawan dan mengarahkan segenap fasilitas
kerja agar tujuan organisasi yang bersangkutan benar-benar tercapai.”
Menurut Dr.
Sp. Siagian dalam buku “FILSAFAT ADMINISTRASI” Manajemen dapat di
definisikan sebagai : “Kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil
dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain".
Menurut Wilson
Bangun, Manajemen adalah suatu rangkaian aktivitas yang dikerjakan oleh
para anggota organisasi agar tujuan dapat tercapai dengan rangkaian yang
teratur dan tersusun baik.
B. Konsep Dasar Manajemen
1. Manajemen Sebagai
Ilmu
Suatu bidang Ilmu
Pengetahuan (science) yang berusaha
secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama
untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini bermanfaat bagi
kemanusiaan.
2. Manajemen Sebagai
Seni
Manajemen adalah
seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal, demikian
pula mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan maksimal bagi pimpinan maupun
pekerja serta memberikan pelayanan yang sebagaik mungkin kepada masyarakat.
3. Manajemen Sebagai
Profesi
Manajemen sebagai
Profesi merupakan suatu bidang pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang yang
memiliki keahlian dan ketrampilan sebagai kader, pemimpin atau manajer pada
suatu organisasi atau perusahaan tertentu.
4. Manajemen Sebagai
Proses
Manajemen adalah
proses yang khas terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan dan pengendalian dimana dalam masing-masing bidang tersebut
digunakan ilmu pengetahuan & keahlian yang diikuti secara berurutan dalam
usaha mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.
C. Fungsi Manajemen
George R. Terry merumuskan fungsi Manajemen sebagai berikut:
1. Planning
(Perencanaan)
Perencanaan (planning) yaitu sebagai dasar pemikiran
dari tujuan dan penyusunan langkah-langkah yang akan dipakai untuk mencapai
tujuan. Merencanakan berarti mempersiapkan segala kebutuhan, memperhitungkan
matang-matang apa saja yang menjadi kendala, dan merumuskan bentuk pelaksanaan
kegiatan yang bermaksuud untuk mencapai tujuan.
2. Organizing
(Pengorganisasian)
Pengorganisasian (Organization) sebagai cara untuk
mengumpulkan orang-orang dan menempatkan mereka menurut kemampuan dan
keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan.
3. Actuating
(Penggerakan)
Penggerakan (actuating) yaitu untuk menggerakan
organisasi agar berjalan sesuai dengan pembagian kerja masing-masing serta
menggerakan seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi agar pekerjaan atau
kegiatan yang dilakukan bisa berjalan sesuai rencana dan bisa mencapai tujuan.
4. Controlling (Pengawasan)
Pengawasan (controlling) yaitu untuk mengawasi
apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan rencana atau belum.
Serta mengawasi penggunaan sumber daya dalam organisasi agar bisa terpakai
secara efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng dari rencana.
Adapun fungsi
manajemen lainnya menurut para ahli, antara lain:
5. Directing (Pengarahan) / Leading (Memimpin)
Fungsi directing
atau sering dikenal dengan leading adalah satu kegiatan yang berhubungan dengan
pemberian perintah dan saran agar para bawahan dapat mengerjakan tugas yang
dikehendaki manajer. Kegiatannya meliputi mengambil keputusan, mengadakan
komunikasi antara manajer dan bawahan agar ada rasa saling pengertian,
memberikan semangat, motivasi ataupun
dorongan kepada bawahan dalam melaksanakan tugasnya, memilih orang-orang yang
mempunyai kemampuan untuk bergabung dalam kelompoknya, dan memperbaiki
pengetahuan serta sikap bawahan agar terampil dalam mengerjakan pekerjaan.
6. Motivating
Motivating atau
pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian
inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan
kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.
7. Coordinating
Coordinating
atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan
berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan
kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan
bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarahdalam upaya mencapai tujuan
organisasi.
8. Reporting
Adalah salah satu
fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau
pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan
fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.
9.
Forecasting
Forecasting
adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai
kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat
dilakukan.
10. Staffing
Staffing merupakan
salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi
sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar
setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
11. Budgeting
(Penganggaran)
Penganggaran adalah
fungsi yang berkenaan dengan pengendalian organisasi melalui perencanaan fiskal
dan akuntansi. Sesuatu anggaran, baik APBN maupun APBD, menunjukkan dua hal:
pertama sebagai satu pernyataan fiskal dan kedua sebagai suatu mekanisme.
D. Tujuan Manajemen
Adapun tujuan
manajemen menurut G.R Terry adalah
sesuatu yang ingin dicapai, yang meliputi jangkauan tertentu, serta untuk
menunjukkan ke mana usaha orang manajer diarahkan. Dalam sebuah organisasi
ataupun badan usaha, biasanya memiliki beberapa tujuan, untuk lebih lengapnya
sobat bisa lihat di bawah ini.
Tujuan jangka pendek
(proximate), misalnya tujuan
pekerjaan, tujuan tugas, dan tujuan gerak.
Tujuan jangka
menengah (intermediate), misalnya
tujuan produksi, tujuan pemasaran tujuan keuangan, dan sebagainya.
Tujuan jangka
panjang (ultimate) misalnya perekruan
karywan dan penyediaan tapangan kena.
E. Sejarah Manajemen Sebagai Ilmu
Manajemen memiliki
sejarah yang panjang dan bermula pada aktivitas pedagang-pedagang Sumeria dan
pembangunan Mesir. Pada proses pembangunan mesir, para pemilik budak wajib
menghadapi permasalahan eksploitasi dan memotivasi budak.
Walaupun sudah
dimulai sejak dulu, nyatanya pada masa pra-modern akhir, banyak perusahaan
pra-industri yang tidak terdorong untuk menyelesaikan permasalahan manajemen
secara sistematis. Hal ini dikarenakan skala mereka yang kecil.
1. Manajemen Abad 19
Pembelajaran
manajemen berkembang dimulai pada awal abad 19. Beberapa pelaku ekonomi dan
tokoh penemu seperti Adam Smith, John Stuart
Mill, Eli Whitney, James Watt, dan Mattheyw
Boulton mengembangkan teori dan pengetahuan seperti pengaturan sumber daya,
produksi, penetapan harga, prosedur kontrol kualitas, perencanaan kerja,
penukaran bahan, akuntansi biaya, dan penetapan standar.
Pada pertengahan
abad 19, M Laughlin, Robert Owen, dan
Henry Poor, memperkenalkan teori manajemen manusia dengan teori motivasi,
kontrol pengembangan pekerja, struktur organisasi, dan pelatihan sumber daya
manusia.
Pada akhir abad 19,
pelaku ekonomi marginal Leon Walras,
dan Alfred Marshall mengembangkan dan
memperkenalkan teori dan pengetahuan manajemen baru yang lebih kompleks
berdasarkan sains.
2. Manajemen Abad 20
Teori manajemen
pertama diberikan secara lengkap oleh Henry
Fayol dan Alexander Church pada
tahun 1920, dimana mereka menjelaskan bahwa manajemen dari satu cabang saling
berhubungan satu sama lain.
Pada tahun 1940an, Patrick Blackett mengkombinasikan teori
mikro ekonomi dan teori statistik yang melahirkan ilmu riset operasi. Riset
operasi atau yang lebih dikenal dengan “Sains Manajemen”, adalah sebuah teori
dan ilmu manajemen yang didasari sains, khususnya pada bidang logistik dan
operasi.
Pada akhir abad 20,
manajemen sudah memiliki bidang-bidang terpisah yakni: manajemen sumber daya
manusia, manajemen operasi dan produksi, manajemen strategi, manajemen
pemasaran, manajemen keuangan, dan manajemen informasi teknologi.
F. Teori Manajemen
Ada 6 macam teori manajamen diantaranya:
Aliran klasik:
Aliran ini mendefinisikan manajemen sesuai dengan fungsi-fungsi manajemennya.
Perhatian dan kemampuan manajemen dibutuhkan pada penerapan fungsi-fungsi
tersebut.
Aliran manajemen
Ilmiah: aliran ini menggunakan matematika dan ilmu statistika untuk
mengembangkan teorinya. Menurut aliran ini, pendekatan kuantitatif merupakan
sarana utama dan sangat berguna untuk menjelaskan masalah manajemen.
Aliran perilaku:
Aliran ini sering disebut juga aliran manajemen hubungan manusia. Aliran ini
memusatkan kajiannya pada aspek manusia dan perlunya manajemen memahami
manusia.
Aliran manajemen
berdasarkan hasil: Aliran manajemen berdasarkan hasil diperkenalkan pertama
kali oleh Peter Drucker pada awal 1950-an. Aliran ini memfokuskan pada
pemikiran hasil-hasil yang dicapai bukannya pada interaksi kegiatan karyawan.
Aliran analisis
sistem: Aliran ini memfokuskan pemikiran pada masalah yang berhubungan dengan
bidang lain untuk mengembangkan teorinya.
Aliran manajemen
mutu: Aliran manajemen mutu memfokuskan pemikiran pada usaha-usaha untuk
mencapai kepuasan pelanggan atau konsumen.
G. Jenis-Jenis Manajemen
Berdasarkan bidang organisasinya, jenis-jenis manajemen dibagi menjadi beberapa kategori.
Berikut ini
merupakan beberapa jenis manajemen serta pengertian singkatnya.
1. Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan
memfokuskan berdasarkan fungsinya untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis sebuah
perusahaan dapat tetap berjalan sesuai target dengan biaya yang ekonomis.
Tugas utama manajer
keuangan di antaranya adalah merencanakan asal pembiayaan operasional
perusahaan, serta bagaimana modal tersebut dialokasikan agar dapat memenuhi
aktivitas perusahaan.
2. Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran
menganalisis kebutuhan konsumen serta menetapkan strategi yang cocok untuk
diterapkan pada konsumen sasaran.
Kompetensi umum yang
harus dimiliki staf manajemen pemasaran di antaranya adalah manajemen merk,
pemasaran melalui internet, serta manajemen pembelian dan penjualan.
3. Manajemen SDM
Manajemen sumber
daya manusia dijalankan berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya
manusia yang memiliki kemampuan terbaik untuk melaksanakan tugas-tugas di
perusahaan.
Mereka yang duduk
dalam manajemen SDM berkewajiban untuk memastikan bahwa orang-orang yang mereka
pilih memiliki kemampuan sesuai dengan syarat-syarat yang telah diajukan
sebelumnya.
4. Manajemen Operasi / Operasional
Manajemen
operasional terfokus pada aktivitas produksi barang dan jasa. Di samping itu,
manajemen operasional juga bertanggung jawab terhadap pelaksanaan operasional
bisnis yang efektif dan efisien.
Manajer operasional
memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengelola material, tenaga kerja, serta
energi menjadi output atau hasil yang berbentuk barang dan jasa.
5. Manajemen Strategis/Strategik
Manajemen strategi
berkaitan dengan struktur manajemen teratas, yakni pemimpin atau yang biasa
disebut dengan manajer.
Tugas manajemen
strategi adalah menentukan perencanaan, pengarahan, dan pengawasan terhadap
seluruh aktivitas perusahaan.
6. Manajemen Pendidikan
Manajemen pendidikan
merupakan proses pelaksanaan fungsi perencanaan, pengarahan, dan pengawasan
dalam mengelola sumber daya yang berkaitan dengan bidang pendidikan.
Tujuan dari manajer
pendidikan adalah mewujudkan pelaksanaan aktivitas pendidikan yang efektif dan
sesuai dengan target.
7. Manajemen Produksi
Meskipun namanya
manajemen produksi, namun bidang yang satu ini tidak bertanggung jawab atas
produksi barang dan jasa perusahaan. Manajemen produksi bertanggung jawab atas
hasil produk yang sesuai dengan standar pasar dan selera konsumen.
Artikel ini telah
tayang sarjana-manajemen.blogspot.com
dengan judul "Pengantar
Manajemen (Dasar-Dasar Manajemen)",
Penulis : Vorbies

Tidak ada komentar:
Posting Komentar